By Fera Marleni
JIKA LELAH, ISTIRAHATLAH:Pentingnya Istirahat Mental
Pesan dari Jiwa yang Pernah Terluka
Hai kau yang berjalan terseok. Berhentilah sejenak, duduk disampingku. Taruh beban yang memberatimu. Sinar matamu kulihat perlahan meredup. Ayo, duduklah sebentar, tidak perlu memaksa dirimu yang sudah letih.
Aku tidak mengenalmu, tapi aku tahu yang kau hadapi dan membebanimu. Aku pernah membawa dan menghadapinya. Dan masa itu, seperti aku berada di tepi jurang. Jika tidak hati-hati melangkah, aku akan terkubur selamanya di dasar jurang.
Dengarkan aku baik-baik. Bukan sebagai motivator, tapi sebagai pengelana yang pernah membawa beban yang sama. Apa yang akan kukatakan adalah sari pengalaman hidup, bukan teori yang sulit diterima.
1. Lelah Bukan Lemah: Belajarlah Beristirahat
Saat ini, kau merasa dirimu lemah karena ingin menyerah. Itu salah, kau bukan lemah, kau hanya lelah.
"Jika lelah, beristirahatlah, bukan berhenti."
Kelelahan yang kau rasakan ibarat pesan bahwa, "Kau telah berusaha keras, dan kau butuh jeda sebelum melanjutkan." Lelah datang bukan untuk menghukum. Ia datang untuk menyatakan bahwa keberhasilan membutuhkan stamina. Stamina dibangun dengan jeda, bukan dengan memaksa.
Kau mungkin akan berkata, “Mudah untuk bicara, namun menghadapinya, lain cerita". Aku paham alasan kau berkata begitu. Itu karena sakit dan lelah jiwamu sudah tak terkira. Namun, jangan sampai menghentikan langkahmu.
Kau sudah berhasil hingga sejauh ini. Ambil waktu melepas penatmu. Istirahat sejenak, tarik nafas panjang. Biarkan lelahmu menghilang perlahan.
Katakan pada dirimu:
"Aku sangat lelah saat ini. Tapi tidak apa-apa. Aku tidak akan membatalkan seluruh progres yang sudah kubuat. Aku hanya perlu membiarkan tubuh dan jiwaku memulihkan diri. Istirahat ini adalah bagian dari strategiku untuk menang, bukan tanda akhir perjuanganku."
2. Isi Energi: Ingat Lagi Alasanmu Memulai
Kau tahu, ketika kabut keraguan turun, hal pertama yang hilang adalah pandanganmu akan tujuan. Isi kembali energimu.
"Ingat lagi alasan kau memulai perjalanan ini."
Ingat lagi percikan api yang membuatmu berani melangkah.
Apa yang kau impikan hingga percikan itu ada?
• Apakah itu tentang dirimu?
• Tentang orang yang kau cintai?
• Untuk membuktikan pada dunia tentang keberadaanmu?
• Atau tentang pembuktian bahwa kau mampu?
Tujuan itu masih menunggu untuk ditepati. Jangan biarkan kesulitan ini mencuri alasan paling kuat yang kau miliki.
3. Hargai Progres: Kamu Sudah Jauh Melangkah
Kau tahu, sebagai manusia, kita sering terlalu fokus pada jarak yang belum ditempuh. Kita lupa sejauh mana sudah berjalan. Maka, sesekali, tengok lagi ke belakang. Kau akan lihat, kau sudah jauh meninggalkan tempatmu memulai. Itu sebuah pencapaian! Beri dirimu penghargaan.
Kau mungkin lelah karena omongan sekitarmu. Penat dengan tuntutan dan pandangan meremehkanmu. Jangan dengarkan jika hanya memperlambat langkahmu. Anggap angin lalu
Katakan pada Dirimu:
"Aku mungkin belum sampai, tapi aku sudah jauh dari tempatku memulai. Aku berhasil melewati pandangan merendahkanku, omongan yang menyakitiku. Itu bukti aku kuat. Kekuatan untuk mengatasi rintangan ada dalam diriku. Aku adalah bukti hidup bahwa aku mampu bertahan."
4. Kegagalan Adalah Umpan Balik, Bukan Nilai Dirimu
Dalam perjalanan kita, akan ada saatnya kita tersandung, terjatuh, atau bahkan mundur beberapa langkah. Itu bukanlah bencana. Itu adalah pelajaran berharga bagi hidup kita.
"Kegagalan atau kemunduran hanyalah umpan balik untukmu dari kehidupan". “Kegagalan bukanlah dirimu.”
Kesalahan menunjukkan metode yang kau gunakan perlu disesuaikan. Itu bukan cerminan nilai dirimu.
Saat kau berbuat salah, ucapkan pada dirimu:
"Oke, ini tidak berhasil. Bukan berarti aku gagal, tapi metode ini gagal. Sekarang, apa yang bisa kupelajari dari hal ini? Bagaimana aku bisa melakukannya dengan lebih cerdas, bukan hanya lebih keras? Aku akan mengambil pelajaran ini dan mencobanya lagi."
5. Bangun Perubahan dengan Konsistensi Kecil
Kau tahu, perubahan yang langgeng dibangun sedikit demi sedikit. Kita merasa lelah karena ekspektasi untuk menjadi sempurna secara instan. Itu tidak mungkin.
"Perubahan datang dari konsistensi, bukan dari intensitas sesekali."
Lupakan kemegahan. Fokus pada hal sederhana dan paling bisa kaupertahankan. Satu langkah kecil yang dilakukan setiap hari, jauh lebih bernilai daripada lompatan raksasa yang membuatmu cedera dan menyerah.
Kini, tarik nafas dalam. Keluarkan perlahan. Keputusan paling penting dibuat justru saat kau merasa paling ingin menyerah.
Teruslah melangkah, walau terpincang-pincang. Sakit, itu pasti. Namun kau pasti bisa. Dunia menunggumu. Dunia membutuhkan versi dirimu yang paling gigih. Sekarang melangkahlah kembali.
Latest Artikel
Mata Minus Tetap Bisa Jadi Anggota TNI-POLRI? Ini Solusi Lengkapnya!
Salah satu pertanyaan yang paling sering mampir di DM atau kolom komentar calon peserta seleksi a...
Kamus Sederhana: Istilah Penting yang Sering Muncul di Tes Kepolisian
Dalam tes Pengetahuan Umum (PU), panitia sering menggunakan istilah resmi yang jarang kita gunaka...
Tes Postur TNI-POLRI: Lebih dari Sekadar Tinggi Badan
Dalam seleksi TNI dan POLRI, tes postur adalah bagian dari pemeriksaan kesehata...
Mengupas Jebakan Soal Tes Polisi: Belajar dari Contoh Nyata
Banyak peserta tes akademik kepolisian yang merasa sudah menjawab dengan benar, namun ternyata h...
Beda Ujian Sekolah vs. Tes TNI-Polri: Mengapa Pintar Saja Tidak Cukup?
Banyak calon peserta yang merasa percaya diri karena selalu mendapat nilai bagus di sekolah, nam...
Jurus Rahasia: Menghadapi Soal PU Kepolisian Saat "Blank"
Dalam tes kepolisian, setiap poin sangat berharga. Jika kamu menemui soal yang sulit, jangan lan...
Mengapa Tes Akademik PU Kepolisian Terasa Sangat Sulit?
Menjadi anggota Polri adalah impian banyak orang, namun tahapan Tes Akademik seringkali menjadi p...
Mengenal Kategori Stakes dalam Rikkes TNI-POLRI
Dalam dunia militer dan kepolisian, istilah Stakes merupakan singkatan dari Status Kesehatan. In...
Mau Masuk UNHAN? Ini Jurusan yang Tersedia dan Cara Menembusnya!
Setelah tahu betapa kerennya kuliah di Universitas Pertahanan, langkah selanjutnya adalah memaham...
Membangun Masa Depan di Kampus Merah Putih: Mengapa UNHAN Layak Jadi Pilihanmu?
Memilih tempat kuliah setelah lulus SMA seringkali membingungkan. Di antara sekian banyak piliha...
Rahasia Lolos RIKKES 2 TNI-POLRI: Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Organ Dalam
Bagi banyak calon prajurit dan Bhayangkara, tahapan Pemeriksaan Kesehatan Tahap 2 atau RIKKES 2...
Panduan Lengkap RIKKES 1 dan 2 TNI-POLRI: Perbedaan dan Tahapannya
RIKKES adalah singkatan dari Pemeriksaan Kesehatan. Ini adalah salah satu tahap...
Mengasah Otak ala Taruna: Kumpulan Soal TIU & TPA Khas Seleksi TNI-POLRI dan Teknik Menjawab Cepat Anti-Gagal
Menjadi seorang Taruna atau anggota TNI-POLRI bukan hanya soal fisik yang kuat. Di balik seragam...
Waspada 4 Penyakit yang Sering Menggugurkan di Tes Kesehatan TNI-POLRI: Tips Preventif Medis
Lolos seleksi administrasi dan psikotes tentu jadi kebanggaan tersendiri. Namun, banyak calon pr...
Lolos Administrasi Dijamin! 7 Kesalahan Fatal Dokumen Pendaftaran yang Sering Dibuat Calon Peserta Seleksi TNI-POLRI, dan Cara Menghindarinya
Banyak calon prajurit dan bhayangkara gugur bahkan sebelum "berperang". Bukan karena fisik yang...
Stop Bingung! Ini Perbedaan Mencolok Pendaftaran Akmil, Akpol, dan Bintara: Pilih Jalur Karir Terbaikmu!
Melihat gagahnya seragam TNI atau Polri seringkali menumbuhkan semangat untuk ikut mengabdi pada...
Mengenal Tes Mental Ideologi (MI): Ujian Kesetiaan dan Karakter
Tes Mental Ideologi adalah tahapan seleksi yang bertujuan untuk menilai dan menguji sejauh mana w...
Bongkar Tuntas! Rahasia Lulus Tes Psikologi TNI-Polri: Kenali Pola Pikir yang Dicari Pihak Rekrutmen
Tes psikologi sering dianggap sebagai momok paling misterius dalam proses seleksi Tentara Nasion...
Kiat Sukses Lolos Tes Kesamaptaan (Jasmani) TNI dan POLRI: Program Latihan 60 Hari
Lolos Tes Kesamaptaan (Jasmani) adalah gerbang utama menuju karier impian di Tentara Nasional Ind...
7 Soal Psikotes yang Sering Muncul dalam Tes TNI dan Polri
Selamat datang! Mempersiapkan diri untuk tes masuk TNI dan Polri
Seni Menerima Solusi: Cara Mengosongkan "Gelas Penuh" dari Ego dan Asumsi
Pernahkah kamu merasa saat seseorang memberi saran atau jalan keluar, hati kecilmu, justru berkat...
Penerimaan Konsekuensi: Cara Mengatasi Rasa Bersalah Setelah Melakukan Kesalahan Fatal
Pernahkah kamu berada disituasi menanggung beban berat akibat kesalahanmu pada orang lain? Kamu m...
Peta Harapan dan Kompas Diri: Mengapa Anda Harus Menjadi Nahkoda Tegas bagi Kapal Hidup Anda
Kepadamu yang memikul harapan.
Aku menulis ini untukmu yang...
STOP Drama! Kenapa 'Mulai Dari Nol Lagi' Sebenarnya Adalah Upgrade Hidup Level 10
Tahu tidak, momen yang paling menggelikan dan bikin panik adalah ketika Semesta iseng menekan tom...
Cara Menerima Kekecewaan: Kunci Kedamaian di Tengah Harapan yang Runtuh
Adakalanya hidup terasa seperti pelukan yang tiba-tiba dilepaskan. Pelukan yang terasa nyaman dan...
Jebakan Kenyamanan: 3 Sinyal Anda Terlalu Sukses, dan Mengapa Kita Harus Rela Kembali Menjadi Ikan Kecil
Setiap perjalanan hidup, akan membawa kita ke sebuah titik yang terasa seperti puncak. Kita berh...
Self-compassion: Kenapa Luka dan Kesedihan adalah Bukti Kekuatan Sejati
Kepada hati yang sedang lelah dan jiwa yang tengah berjuang.
Aku tahu, ada desakan d...
Seni Menyembuhkan Luka: 3 Fase Menuju Kekuatan Batin.
Aktifitas harian dan interaksi sosial kadang tanpa sengaja menyebabkan luka. Entah karena ketidak...
Pondasi Tak Terlihat: Mengapa Proses Sakit Itu Perlu untuk Impian Besar
Surat untuk Diri di Titik Terendah
Apakabar, diriku. Mari duduk dan bicara lepas tentang ki...
MEMILIH DIRI SENDIRI: Self Love Bukan Egois
Ode untuk yang pergi dalam keheningan
Pernahkah kau menyaksikan, seseorang p...
JIKA LELAH, ISTIRAHATLAH:Pentingnya Istirahat Mental
Pesan dari Jiwa yang Pernah Terluka
Hai kau yang berjalan terseok. Ber...
GODAAN MALAS: Malas Positif Malas yang Sehat
Sering kali, kita tergoda oleh rayuan lembut ranjang empuk di pagi hari. Atau, d...
SEMUA AKAN BAIK-BAIK SAJA:Belajar Menerima Keadaan dan Berhenti Overthinking)
Kepadamu diriku: Cukup Sudah Pikiran Liar Itu!
Apa kabarmu. Cukup...
TUJUAN ITU PERLU: Arah Hidup Jelas
Dalam keseharian kamu, pernahkah tiba-tiba kamu berhenti sejenak, menatap ke depan, dan ber...
HIDUP TAK PERNAH MUDAH: Kekuatan di Tengah Kesulitan
Film-film sering kali menutup ceritanya dengan adegan happy ending yang indah —masalah sel...
PILIH MINDSETMU: Kekuatan Pola Pikir
Hai, guys! Pernah denger istilah mindset ga? Istilah yang mungkin kedenga...
Paket Soal
KELAS PERSONAL SKD KEDINASAN
kelas ini bersifat privat dengan jumlah maksimal siswa 2 orang. pertemuan dilaksanakan secara off...
Paket Coba Soal 2
Paket Coba Soal Kecermatan Campuran dan Statistik terdiri dari 1 paket Soal Kecermatan Campuran d...
Paket Coba Soal 1
Paket Coba Soal Kecermatan Campuran dan Logaritma terdiri dari 1 paket Soal Kecermatan dan 1 pake...
Kelas Personal Matematika
Dalam paket ini terdapat latihan soal untuk matematika. Jenis soal-soal ini biasanya diguna...
Paket Psiko Kepribadian TNI-POLRI
Paket psiko kepribadian TNI-POLRI terdiri dari 2 paket soal Passhand dan 2 paket soal SS/STS. Tot...
Paket Psiko Kecerdasan TNI-POLRI
Paket Psiko kecerdasan TNI-Polri, terdiri dari 3 paket soal kecerdasan, masing-masing terdiri dar...