By Fera

By Fera Marleni

Jebakan Kenyamanan: 3 Sinyal Anda Terlalu Sukses, dan Mengapa Kita Harus Rela Kembali Menjadi Ikan Kecil

​Setiap perjalanan hidup, akan membawa kita ke sebuah titik yang terasa seperti puncak. Kita berhasil menguasai keterampilan tertentu, menuntaskan proyek besar, atau mencapai posisi yang diidamkan banyak orang. Di titik itu, kita menjadi sosok yang paling dicari, paling dihormati, atau paling berpengetahuan. Ini adalah saat di mana kita merasa seperti "ikan besar di kolam kecil".

Perasaan ini,  bukan tujuan akhir tapi jeda menuju tantangan berikutnya. Jadi nikmatilah sejenak tapi jangan terlalu lama. Mengapa demikian? Karena sesungguhnya perasaan itu bisa berubah menjadi selimut yang menidurkan potensi kita.

Jebakan Kenyamanan yang Menyenangkan
​Coba ingat-ingat lagi, kapan terakhir kali kita benar-benar bingung? Kapan terakhir kali harus begadang karena kepala penuh ide, memaksa kita membuka buku atau mencari mentor? Jika butuh waktu lama untuk menjawabnya, mungkin kolam kita sudah terlalu tenang. 

Kolam yang terlalu tenang tidak lagi menghasilkan arus pembelajaran. Ia hanya membiarkan kita berputar-putar di jalur yang sudah kita kuasai.  Ibarat ikan, tanpa perlu mengayunkan sirip lebih kuat atau beradaptasi dengan suhu air yang berbeda, ia tetap bisa berenang,  autopilot. Perasaan, "Aku sudah tahu segalanya tentang ini" atau "Tidak ada lagi yang bisa diajarkan orang di sini kepadaku" adalah ilusi yang paling berbahaya bagi pertumbuhan. Itu adalah sinyal yang memberi peringatan pada kesadaran kita. Sinyal yang mengingatkan bahwa kita sudah merasa hebat di dalam lingkungan yang terbatas. Saat tidak ada lagi yang mempertanyakan ide-ide kita, semua setuju dengan usulan-usulan kita, atau kita membuat keputusan tanpa rasa takut sedikitpun, itu pertanda kita sudah siap untuk  melompat ke kolam yang lebih luas. Keluar dari zona nyaman. 

Pintu Menuju Samudra Luas
​Keputusan untuk melangkah keluar dari zona nyaman, keluar dari kolam yang telah menjadi saksi kehebatan kita adalah tindakan kerendahan hati yang berani. Ini berarti kita dengan sadar memilih untuk kembali menjadi ikan kecil di samudra yang lebih besar dan tak terduga.
​Di samudra luas, kita akan bertemu dengan "ikan-ikan besar" yang sesungguhnya. Kita akan bertemu dengan mereka yang memiliki pengalaman puluhan tahun lebih banyak, wawasan luas, dan keterampilan yang diasah oleh berbagai kegagalan dan kompetisi global. Mendadak kita akan merasa rendah dan bukan siapa-siapa. Ini terjadi karena kehadiran mereka menjadi cermin yang menunjukkan kita ternyata tidak sebesar yang kita kira.

Saat kita berhadapan dengan kehebatan yang lebih besar, segala pretensi akan luntur. Kita akan menyadari bahwa pencapaian di kolam kecil itu hanyalah sebutir kerikil bagi puncak gunung es di samudra ini. Kesadaran ini, jangan mematahkan semangat, justru jadikan energi menyalakan kembali hasrat untuk belajar.

Pembelajaran Tak Pernah Berhenti
​Menerima kenyataan bahwa selalu ada yang lebih ahli, lebih cepat, atau lebih bijaksana adalah kunci untuk tidak pernah berhenti belajar. Kerendahan hati bukanlah kelemahan, melainkan pondasi  untuk membangun pengetahuan yang berkelanjutan.
​Ketika kita menjadi ikan kecil lagi, kita memiliki keistimewaan untuk melakukan kesalahan tanpa ekspektasi, mengajukan pertanyaan bodoh (yang seringkali justru brilian), dan menjadi pengamat yang tekun. Kita beralih dari peran pemberi solusi menjadi penyerap ilmu. Ini adalah siklus yang harus terus berlanjut:
1. ​Menguasai sebuah lingkungan (menjadi ikan besar).
2. Merasakan sinyal (merasa nyaman dan kurang tertantang).
3. Melangkah ke lingkungan yang lebih besar (kembali menjadi ikan kecil).
4. Belajar dan tumbuh lagi.

Jadikanlah momen ketika Anda merasa superior sebagai pengingat  bahwa Anda sudah siap untuk level berikutnya. Teruslah berenang ke tempat-tempat yang membuat Anda merasa kecil lagi, karena di situlah tempat di mana cakrawala pengetahuan Anda benar-benar akan meluas. Jangan biarkan kolam kecil membekukan aliran pertumbuhan Anda. Samudra menunggu. Teruslah berenang.
 

Latest Artikel

Mata Minus Tetap Bisa Jadi Anggota TNI-POLRI? Ini Solusi Lengkapnya!

Salah satu pertanyaan yang paling sering mampir di DM atau kolom komentar calon peserta seleksi a...

Kamus Sederhana: Istilah Penting yang Sering Muncul di Tes Kepolisian

Dalam tes Pengetahuan Umum (PU), panitia sering menggunakan istilah resmi yang jarang kita gunaka...

Tes Postur TNI-POLRI: Lebih dari Sekadar Tinggi Badan

​Dalam seleksi TNI dan POLRI, tes postur adalah bagian dari pemeriksaan kesehata...

Mengupas Jebakan Soal Tes Polisi: Belajar dari Contoh Nyata

​Banyak peserta tes akademik kepolisian yang merasa sudah menjawab dengan benar, namun ternyata h...

Beda Ujian Sekolah vs. Tes TNI-Polri: Mengapa Pintar Saja Tidak Cukup?

​Banyak calon peserta yang merasa percaya diri karena selalu mendapat nilai bagus di sekolah, nam...

Jurus Rahasia: Menghadapi Soal PU Kepolisian Saat "Blank"

​Dalam tes kepolisian, setiap poin sangat berharga. Jika kamu menemui soal yang sulit, jangan lan...

Mengapa Tes Akademik PU Kepolisian Terasa Sangat Sulit?

Menjadi anggota Polri adalah impian banyak orang, namun tahapan Tes Akademik seringkali menjadi p...

Mengenal Kategori Stakes dalam Rikkes TNI-POLRI

​Dalam dunia militer dan kepolisian, istilah Stakes merupakan singkatan dari Status Kesehatan. In...

Mau Masuk UNHAN? Ini Jurusan yang Tersedia dan Cara Menembusnya!

Setelah tahu betapa kerennya kuliah di Universitas Pertahanan, langkah selanjutnya adalah memaham...

Membangun Masa Depan di Kampus Merah Putih: Mengapa UNHAN Layak Jadi Pilihanmu?

​Memilih tempat kuliah setelah lulus SMA seringkali membingungkan. Di antara sekian banyak piliha...

Rahasia Lolos RIKKES 2 TNI-POLRI: Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Organ Dalam

​Bagi banyak calon prajurit dan Bhayangkara, tahapan Pemeriksaan Kesehatan Tahap 2 atau RIKKES 2...

Panduan Lengkap RIKKES 1 dan 2 TNI-POLRI: Perbedaan dan Tahapannya

​RIKKES adalah singkatan dari Pemeriksaan Kesehatan. Ini adalah salah satu tahap...

Mengasah Otak ala Taruna: Kumpulan Soal TIU & TPA Khas Seleksi TNI-POLRI dan Teknik Menjawab Cepat Anti-Gagal

Menjadi seorang Taruna atau anggota TNI-POLRI bukan hanya soal fisik yang kuat. Di balik seragam...

Waspada 4 Penyakit yang Sering Menggugurkan di Tes Kesehatan TNI-POLRI: Tips Preventif Medis

​Lolos seleksi administrasi dan psikotes tentu jadi kebanggaan tersendiri. Namun, banyak calon pr...

Lolos Administrasi Dijamin! 7 Kesalahan Fatal Dokumen Pendaftaran yang Sering Dibuat Calon Peserta Seleksi TNI-POLRI, dan Cara Menghindarinya

​Banyak calon prajurit dan bhayangkara gugur bahkan sebelum "berperang". Bukan karena fisik yang...

Stop Bingung! Ini Perbedaan Mencolok Pendaftaran Akmil, Akpol, dan Bintara: Pilih Jalur Karir Terbaikmu!

​Melihat gagahnya seragam TNI atau Polri seringkali menumbuhkan semangat untuk ikut mengabdi pada...

Mengenal Tes Mental Ideologi (MI): Ujian Kesetiaan dan Karakter

Tes Mental Ideologi adalah tahapan seleksi yang bertujuan untuk menilai dan menguji sejauh mana w...

Bongkar Tuntas! Rahasia Lulus Tes Psikologi TNI-Polri: Kenali Pola Pikir yang Dicari Pihak Rekrutmen

​Tes psikologi sering dianggap sebagai momok paling misterius dalam proses seleksi Tentara Nasion...

Kiat Sukses Lolos Tes Kesamaptaan (Jasmani) TNI dan POLRI: Program Latihan 60 Hari

Lolos Tes Kesamaptaan (Jasmani) adalah gerbang utama menuju karier impian di Tentara Nasional Ind...

7 Soal Psikotes yang Sering Muncul dalam Tes TNI dan Polri

​Selamat datang! Mempersiapkan diri untuk tes masuk TNI dan Polri

Seni Menerima Solusi: Cara Mengosongkan "Gelas Penuh" dari Ego dan Asumsi

Pernahkah kamu merasa saat seseorang memberi saran atau jalan keluar, hati kecilmu, justru berkat...

Penerimaan Konsekuensi: Cara Mengatasi Rasa Bersalah Setelah Melakukan Kesalahan Fatal

Pernahkah kamu berada disituasi menanggung beban berat akibat kesalahanmu pada orang lain? Kamu m...

Peta Harapan dan Kompas Diri: Mengapa Anda Harus Menjadi Nahkoda Tegas bagi Kapal Hidup Anda

Kepadamu yang memikul harapan. 

​Aku menulis ini untukmu yang...

STOP Drama! Kenapa 'Mulai Dari Nol Lagi' Sebenarnya Adalah Upgrade Hidup Level 10

Tahu tidak, momen yang paling menggelikan dan bikin panik adalah ketika Semesta iseng menekan tom...

Cara Menerima Kekecewaan: Kunci Kedamaian di Tengah Harapan yang Runtuh

Adakalanya hidup terasa seperti pelukan yang tiba-tiba dilepaskan. Pelukan yang terasa nyaman dan...

Jebakan Kenyamanan: 3 Sinyal Anda Terlalu Sukses, dan Mengapa Kita Harus Rela Kembali Menjadi Ikan Kecil

​Setiap perjalanan hidup, akan membawa kita ke sebuah titik yang terasa seperti puncak. Kita berh...

Self-compassion: Kenapa Luka dan Kesedihan adalah Bukti Kekuatan Sejati

​Kepada hati yang sedang lelah dan jiwa yang tengah berjuang. 

Aku tahu, ada desakan d...

Seni Menyembuhkan Luka: 3 Fase Menuju Kekuatan Batin.

Aktifitas harian dan interaksi sosial kadang tanpa sengaja menyebabkan luka. Entah karena ketidak...

Pondasi Tak Terlihat: Mengapa Proses Sakit Itu Perlu untuk Impian Besar

Surat untuk Diri di Titik Terendah

Apakabar, diriku. Mari duduk dan bicara lepas tentang ki...

MEMILIH DIRI SENDIRI: Self Love Bukan Egois

Ode untuk  yang pergi dalam keheningan

Pernahkah kau menyaksikan, seseorang p...

JIKA LELAH, ISTIRAHATLAH:Pentingnya Istirahat Mental

Pesan dari Jiwa yang Pernah Terluka 
 
​Hai kau yang berjalan terseok. Ber...

GODAAN MALAS: Malas Positif Malas yang Sehat

Sering kali, kita tergoda oleh rayuan lembut ranjang empuk di pagi hari. Atau, d...

SEMUA AKAN BAIK-BAIK SAJA:Belajar Menerima Keadaan dan Berhenti Overthinking)

Kepadamu diriku: Cukup Sudah Pikiran Liar Itu! 

​Apa kabarmu. Cukup...

TUJUAN ITU PERLU: Arah Hidup Jelas

Dalam keseharian kamu, pernahkah  tiba-tiba kamu berhenti sejenak, menatap ke depan, dan ber...

HIDUP TAK PERNAH MUDAH: Kekuatan di Tengah Kesulitan

Film-film sering kali menutup ceritanya dengan adegan happy ending yang indah —masalah sel...

PILIH MINDSETMU: Kekuatan Pola Pikir

Hai, guys! Pernah denger istilah mindset ga? Istilah yang mungkin kedenga...

Paket Soal

KELAS PERSONAL SKD KEDINASAN

kelas ini bersifat privat dengan jumlah maksimal siswa 2 orang. pertemuan dilaksanakan secara off...

Paket Coba Soal 2

Paket Coba Soal Kecermatan Campuran dan Statistik terdiri dari 1 paket Soal Kecermatan Campuran d...

Paket Coba Soal 1

Paket Coba Soal Kecermatan Campuran dan Logaritma terdiri dari 1 paket Soal Kecermatan dan 1 pake...

Kelas Personal Matematika

Dalam paket ini terdapat  latihan soal untuk matematika. Jenis soal-soal ini biasanya diguna...

Paket Psiko Kepribadian TNI-POLRI

Paket psiko kepribadian TNI-POLRI terdiri dari 2 paket soal Passhand dan 2 paket soal SS/STS. Tot...

Paket Psiko Kecerdasan TNI-POLRI

Paket Psiko kecerdasan TNI-Polri, terdiri dari 3 paket soal kecerdasan, masing-masing terdiri dar...