By Fera

By Fera Marleni

HIDUP TAK PERNAH MUDAH: Kekuatan di Tengah Kesulitan

Film-film sering kali menutup ceritanya dengan adegan happy ending yang indah —masalah selesai, antagonis dihukum, protagonis baik mendapatkan hadiahnya. Penonton pun beranjak dari kursi dengan hati damai, dan  seolah berjalan di atas karpet beludru karena semua terasa adil. Yah, itulah film. Lalu bagaimana dalam kehidupan di luar layar, apakah berjalan seperti itu?  Mari sejenak kita tarik napas panjang, pejamkan mata, dan bersiap untuk mengakui sebuah kebenaran universal bahwa: Hidup tak pernah mudah namun itulah keindahannya.

​Ya, itu adalah fakta yang membuat tenang sekaligus memberatkan.

​Hidup bukan sekedar drama-drama kecil harian.  Melainkan, tentang gunung, jurang, dan tikungan tak terduga. Seolah Semesta sengaja menempatkannya di tengah perjalanan yang baik-baik saja. Ada hari dimana alarm  berbunyi seperti ancaman. Rencana matang, luluh lantak dalam sekejap. Dan  hati harus menghadapi kekecewaan yang menusuk.

​Lalu, di mana letak keindahannya?

Baiklah, kita cerna pelan-pelan. ​Pemahaman kita tentang kata  "indah" adalah sesuatu yang serba nyaman, tanpa gesekan, dan tanpa keringat. Semuanya mudah dan menyenangkan.  Padahal, keindahan sejati dalam hidup justru terukir di antara garis-garis kesulitan. Ibarat sebuah berlian,  kilauan cemerlang didapatkan setelah melewati proses penempaan dan pengasahan keras yang menyakitkan.

​Kesulitan  memaksa kita untuk berpikir lebih dalam, menjadi lebih kreatif, dan menemukan kekuatan yang tidak kita sadari. Berbeda dengan kemudahan, saat segalanya terasa mudah, kita cenderung stagnan, autopilot, kurang menghargai, dan tidak lagi mau belajar. Karena itulah Semesta menghadirkan kesulitan untuk mendorong manusia hingga ke batas kemampuan, agar versi terbaik diri kita sebagai manusia muncul ke permukaan.

​Ibaratkan hidup sebagai sebuah tarian. Tentu menyenangkan jika musiknya lembut mengalun dan lantai dansanya rata. Tapi lambat laun tarian akan terasa monoton dan mulai membosankan hingga tidak menarik lagi untuk ditarikan atau disaksikan. Berbeda halnya ketika musik bermain dalam ritme berubah-ubah, lantai dansa menjadi sedikit licin. Maka ketika itulah  penari akan menghadirkan sajian tarian yang  memukau. Penari akan berusaha menyesuaikan ritme, bergerak luwes, dan melakukan gerakan yang tidak akan dilakukan jika musik hanya mengalir lembut dan lantai dansa rata tanpa gelombang. Benar bukan?

​Keindahan hidup merupakan seni adaptasi. Seni untuk bertahan dan menari bersama badai. Ibarat peselancar, ia tidak menantang ombak, tapi menari bersama ombak. Semakin tinggi ombak, semakin indah tarian yang mereka hadirkan. Begitu bukan?

Untuk bisa menguasai seni inilah maka Semesta bersikap sedikit kejam. Dia menabur duri dan serpihan kaca disepanjang jalan kehidupan. Semua dengan tujuan agar kita bisa melihat keindahan yang bersembunyi dalam garis-garis kesulitan. Dan ketika kita sudah mampu melihat keindahan itu, kita akan:

Lebih mengapresiasi detail

Bayangkan, setelah melewati jalan yang gelap dan berliku, maka kita akan lebih menghargai secangkir kopi hangat di pagi hari, percakapan ringan dengan orang-orang terkasih atau sinar matahari yang menyentuh kulit. Kontras, membuat hal-hal kecil menjadi berkilau.

Memiliki kekuatan yang tenang

Kesulitan membantu membangun ketahanan, sebuah kekuatan internal yang tenang. Ini bukan kekuatan yang berteriak, melainkan kekuatan yang berbisik, "Saya sudah pernah melewati yang lebih buruk, dan saya baik-baik saja." Kekuatan inilah yang memancarkan aura ketenangan yang menular.

​Punya kisah yang bermakna

Pada akhirnya, hidup yang penuh perjuangan untuk memahami kesulitan adalah hidup yang kaya akan cerita. Bukankah lebih menarik mendengar kisah tentang seseorang yang jatuh tujuh kali dan bangkit delapan kali, daripada seseorang yang tidak pernah tersandung sama sekali?

​Jadi, jika hari ini terasa berat, jika pundak terasa memikul beban yang terlalu besar, jangan anggap itu sebagai kutukan. Anggaplah itu sebagai bahan baku yang dihadiahkan Semesta untuk karya seni hidup kita.

​Tersenyumlah, bukan karena kita tidak memiliki masalah, tetapi karena kita mampu menghadapinya. Keindahan hidup bukan terletak pada tidak adanya masalah, tetapi pada bagaimana kita memilih untuk meresponsnya.

​Hidup memang tidak pernah mudah. Namun, justru itu yang membuat kita untuk terus berdiri, belajar, dan tumbuh di tengah ketidaksempurnaan, keindahan yang paling murni dan  benar-benar bersinar. 

Selamat melanjutkan perjalanan! Namun kali ini melangkahlah dengan kepala tegak dan hati yang tenang untuk bisa melihat keindahan yang menunggu di jalinan kesulitan.

Latest Artikel

Mata Minus Tetap Bisa Jadi Anggota TNI-POLRI? Ini Solusi Lengkapnya!

Salah satu pertanyaan yang paling sering mampir di DM atau kolom komentar calon peserta seleksi a...

Kamus Sederhana: Istilah Penting yang Sering Muncul di Tes Kepolisian

Dalam tes Pengetahuan Umum (PU), panitia sering menggunakan istilah resmi yang jarang kita gunaka...

Tes Postur TNI-POLRI: Lebih dari Sekadar Tinggi Badan

​Dalam seleksi TNI dan POLRI, tes postur adalah bagian dari pemeriksaan kesehata...

Mengupas Jebakan Soal Tes Polisi: Belajar dari Contoh Nyata

​Banyak peserta tes akademik kepolisian yang merasa sudah menjawab dengan benar, namun ternyata h...

Beda Ujian Sekolah vs. Tes TNI-Polri: Mengapa Pintar Saja Tidak Cukup?

​Banyak calon peserta yang merasa percaya diri karena selalu mendapat nilai bagus di sekolah, nam...

Jurus Rahasia: Menghadapi Soal PU Kepolisian Saat "Blank"

​Dalam tes kepolisian, setiap poin sangat berharga. Jika kamu menemui soal yang sulit, jangan lan...

Mengapa Tes Akademik PU Kepolisian Terasa Sangat Sulit?

Menjadi anggota Polri adalah impian banyak orang, namun tahapan Tes Akademik seringkali menjadi p...

Mengenal Kategori Stakes dalam Rikkes TNI-POLRI

​Dalam dunia militer dan kepolisian, istilah Stakes merupakan singkatan dari Status Kesehatan. In...

Mau Masuk UNHAN? Ini Jurusan yang Tersedia dan Cara Menembusnya!

Setelah tahu betapa kerennya kuliah di Universitas Pertahanan, langkah selanjutnya adalah memaham...

Membangun Masa Depan di Kampus Merah Putih: Mengapa UNHAN Layak Jadi Pilihanmu?

​Memilih tempat kuliah setelah lulus SMA seringkali membingungkan. Di antara sekian banyak piliha...

Rahasia Lolos RIKKES 2 TNI-POLRI: Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Organ Dalam

​Bagi banyak calon prajurit dan Bhayangkara, tahapan Pemeriksaan Kesehatan Tahap 2 atau RIKKES 2...

Panduan Lengkap RIKKES 1 dan 2 TNI-POLRI: Perbedaan dan Tahapannya

​RIKKES adalah singkatan dari Pemeriksaan Kesehatan. Ini adalah salah satu tahap...

Mengasah Otak ala Taruna: Kumpulan Soal TIU & TPA Khas Seleksi TNI-POLRI dan Teknik Menjawab Cepat Anti-Gagal

Menjadi seorang Taruna atau anggota TNI-POLRI bukan hanya soal fisik yang kuat. Di balik seragam...

Waspada 4 Penyakit yang Sering Menggugurkan di Tes Kesehatan TNI-POLRI: Tips Preventif Medis

​Lolos seleksi administrasi dan psikotes tentu jadi kebanggaan tersendiri. Namun, banyak calon pr...

Lolos Administrasi Dijamin! 7 Kesalahan Fatal Dokumen Pendaftaran yang Sering Dibuat Calon Peserta Seleksi TNI-POLRI, dan Cara Menghindarinya

​Banyak calon prajurit dan bhayangkara gugur bahkan sebelum "berperang". Bukan karena fisik yang...

Stop Bingung! Ini Perbedaan Mencolok Pendaftaran Akmil, Akpol, dan Bintara: Pilih Jalur Karir Terbaikmu!

​Melihat gagahnya seragam TNI atau Polri seringkali menumbuhkan semangat untuk ikut mengabdi pada...

Mengenal Tes Mental Ideologi (MI): Ujian Kesetiaan dan Karakter

Tes Mental Ideologi adalah tahapan seleksi yang bertujuan untuk menilai dan menguji sejauh mana w...

Bongkar Tuntas! Rahasia Lulus Tes Psikologi TNI-Polri: Kenali Pola Pikir yang Dicari Pihak Rekrutmen

​Tes psikologi sering dianggap sebagai momok paling misterius dalam proses seleksi Tentara Nasion...

Kiat Sukses Lolos Tes Kesamaptaan (Jasmani) TNI dan POLRI: Program Latihan 60 Hari

Lolos Tes Kesamaptaan (Jasmani) adalah gerbang utama menuju karier impian di Tentara Nasional Ind...

7 Soal Psikotes yang Sering Muncul dalam Tes TNI dan Polri

​Selamat datang! Mempersiapkan diri untuk tes masuk TNI dan Polri

Seni Menerima Solusi: Cara Mengosongkan "Gelas Penuh" dari Ego dan Asumsi

Pernahkah kamu merasa saat seseorang memberi saran atau jalan keluar, hati kecilmu, justru berkat...

Penerimaan Konsekuensi: Cara Mengatasi Rasa Bersalah Setelah Melakukan Kesalahan Fatal

Pernahkah kamu berada disituasi menanggung beban berat akibat kesalahanmu pada orang lain? Kamu m...

Peta Harapan dan Kompas Diri: Mengapa Anda Harus Menjadi Nahkoda Tegas bagi Kapal Hidup Anda

Kepadamu yang memikul harapan. 

​Aku menulis ini untukmu yang...

STOP Drama! Kenapa 'Mulai Dari Nol Lagi' Sebenarnya Adalah Upgrade Hidup Level 10

Tahu tidak, momen yang paling menggelikan dan bikin panik adalah ketika Semesta iseng menekan tom...

Cara Menerima Kekecewaan: Kunci Kedamaian di Tengah Harapan yang Runtuh

Adakalanya hidup terasa seperti pelukan yang tiba-tiba dilepaskan. Pelukan yang terasa nyaman dan...

Jebakan Kenyamanan: 3 Sinyal Anda Terlalu Sukses, dan Mengapa Kita Harus Rela Kembali Menjadi Ikan Kecil

​Setiap perjalanan hidup, akan membawa kita ke sebuah titik yang terasa seperti puncak. Kita berh...

Self-compassion: Kenapa Luka dan Kesedihan adalah Bukti Kekuatan Sejati

​Kepada hati yang sedang lelah dan jiwa yang tengah berjuang. 

Aku tahu, ada desakan d...

Seni Menyembuhkan Luka: 3 Fase Menuju Kekuatan Batin.

Aktifitas harian dan interaksi sosial kadang tanpa sengaja menyebabkan luka. Entah karena ketidak...

Pondasi Tak Terlihat: Mengapa Proses Sakit Itu Perlu untuk Impian Besar

Surat untuk Diri di Titik Terendah

Apakabar, diriku. Mari duduk dan bicara lepas tentang ki...

MEMILIH DIRI SENDIRI: Self Love Bukan Egois

Ode untuk  yang pergi dalam keheningan
​
Pernahkah kau menyaksikan, seseorang p...

JIKA LELAH, ISTIRAHATLAH:Pentingnya Istirahat Mental

Pesan dari Jiwa yang Pernah Terluka 
 
​Hai kau yang berjalan terseok. Ber...

GODAAN MALAS: Malas Positif Malas yang Sehat

Sering kali, kita tergoda oleh rayuan lembut ranjang empuk di pagi hari. Atau, d...

SEMUA AKAN BAIK-BAIK SAJA:Belajar Menerima Keadaan dan Berhenti Overthinking)

Kepadamu diriku: Cukup Sudah Pikiran Liar Itu! 

​Apa kabarmu. Cukup...

TUJUAN ITU PERLU: Arah Hidup Jelas

Dalam keseharian kamu, pernahkah  tiba-tiba kamu berhenti sejenak, menatap ke depan, dan ber...

HIDUP TAK PERNAH MUDAH: Kekuatan di Tengah Kesulitan

Film-film sering kali menutup ceritanya dengan adegan happy ending yang indah —masalah sel...

PILIH MINDSETMU: Kekuatan Pola Pikir

Hai, guys! Pernah denger istilah mindset ga? Istilah yang mungkin kedenga...

Paket Soal

KELAS PERSONAL SKD KEDINASAN

kelas ini bersifat privat dengan jumlah maksimal siswa 2 orang. pertemuan dilaksanakan secara off...

Paket Coba Soal 2

Paket Coba Soal Kecermatan Campuran dan Statistik terdiri dari 1 paket Soal Kecermatan Campuran d...

Paket Coba Soal 1

Paket Coba Soal Kecermatan Campuran dan Logaritma terdiri dari 1 paket Soal Kecermatan dan 1 pake...

Kelas Personal Matematika

Dalam paket ini terdapat  latihan soal untuk matematika. Jenis soal-soal ini biasanya diguna...

Paket Psiko Kepribadian TNI-POLRI

Paket psiko kepribadian TNI-POLRI terdiri dari 2 paket soal Passhand dan 2 paket soal SS/STS. Tot...

Paket Psiko Kecerdasan TNI-POLRI

Paket Psiko kecerdasan TNI-Polri, terdiri dari 3 paket soal kecerdasan, masing-masing terdiri dar...